Ombak Ganas Terjang Perairan Utara Papua, Belasan Orang Masih Hilang

Ganasnya ombak di wilayah perairan utara Papua pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 menyebabkan belasan orang menjadi korban. Sejumlah insiden kecelakaan laut terjadi di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Sarmi, dengan korban hingga kini belum ditemukan.

Di Kabupaten Kepulauan Yapen, sebanyak 16 orang penumpang speedboat dinyatakan masih hilang setelah perahu motor cepat yang mereka tumpangi terbalik di laut. Dari total 21 orang di atas kapal, hanya sebagian yang berhasil ditemukan.

Sementara itu, di Kabupaten Sarmi, seorang pelajar dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berada di kawasan pantai. Hingga kini, upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim terkait.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Biak secara resmi menutup operasi pencarian korban speedboat terbalik di Kepulauan Yapen pada Jumat (2/1/2026). Penutupan dilakukan setelah pencarian intensif selama sembilan hari tidak membuahkan hasil.

“Kami telah berupaya semaksimal mungkin menyisir permukaan laut, melakukan pencarian melalui udara, hingga area pesisir. Namun hingga hari kesembilan tidak ditemukan tanda-tanda signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi bersama keluarga dan instansi terkait, operasi SAR kami nyatakan ditutup,” ujar Kepala Kantor SAR Biak, Kundori.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem di wilayah perairan Papua, khususnya saat kondisi ombak tidak bersahabat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miss World Cameroon Launches “Voices for Justice” Initiative to Tackle Gender-Based Violence

Project Lestari Laut Brings Education Closer to Orang Asli Children in Coastal Malaysia

Baru Resmi Cerai, Andre Taulany Mengaku Diminta Anak untuk Segera Menikah Lagi