Walhi sebutkan Banjir dan Longsor di Aceh Dipicu Kerusakan Hutan DAS Jambo Aye
Lembaga nonprofit lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh berkaitan erat dengan kerusakan hutan di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya DAS Jambo Aye. Kerusakan tersebut dinilai memperparah risiko bencana hidrometeorologi di kawasan hilir.
Koordinator Bidang Bencana Walhi Sumatra untuk Aceh, Wahdan, menyebut temuan ini mencerminkan kegagalan negara dalam menjalankan mandat konstitusi untuk melindungi lingkungan hidup. Menurutnya, pengelolaan hutan yang tidak berkelanjutan menjadi faktor utama meningkatnya frekuensi dan dampak bencana.
Berdasarkan pemantauan tim bencana Walhi Sumatra, sekitar 1.100 hektare hutan di DAS Jambo Aye mengalami kerusakan sepanjang 2024. Kerusakan tersebut diduga akibat pembukaan lahan oleh perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU), serta aktivitas penebangan hutan oleh perorangan di sekitar wilayah HGU, termasuk di area HGU Tualang Raya.
Hasil analisis citra satelit pada periode Januari hingga Mei 2025 juga menunjukkan terjadinya pembukaan lahan secara masif di kawasan berlereng curam. Area tersebut terhubung langsung dengan anak sungai yang bermuara ke Sungai Jambo Aye, sehingga meningkatkan potensi banjir dan longsor saat curah hujan tinggi.
Penulis : Santika Y
Komentar
Posting Komentar