Gubernur DKI: Penanganan Banjir Tak Selalu Dapat Dukungan Penuh, OMC Dilanjutkan untuk Lindungi Masyarakat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa langkah-langkah penanganan banjir yang ditempuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak selalu mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.
Dalam kesempatan penandatanganan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Lemhannas RI, Pramono menanggapi gurauan mengenai relatif sepinya kritik meski banjir sempat melanda ibu kota. Ia mengungkapkan adanya pihak tertentu yang dinilai justru berharap Jakarta kembali mengalami banjir, namun menekankan bahwa dinamika pro dan kontra merupakan hal wajar dalam setiap kebijakan publik.
“Saya menilai wajar apabila setiap kebijakan menimbulkan pro dan kontra. Yang penting, semua langkah diambil dengan tujuan melindungi masyarakat,” ujar Pramono.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Salah satu kebijakan yang menimbulkan perbedaan pendapat adalah penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Program ini dilakukan sebagai upaya menekan dampak cuaca ekstrem di wilayah ibu kota.
Meskipun menuai tanggapan beragam, Gubernur Pramono menegaskan bahwa OMC dilakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk tujuan lain.
Program OMC yang semula dijadwalkan berakhir pada 23 Januari 2026, telah diperpanjang hingga 27 Januari 2026, dan kembali diusulkan untuk berlanjut sampai 1 Februari 2026 menyusul prakiraan cuaca ekstrem yang masih diprediksi oleh BMKG.
Komentar
Posting Komentar