MU Robohkan Benteng Emirates, Kemenangan Langka Jadi Bukti Tangan Dingin Carrick

Manchester United datang ke Stadion Emirates dengan status kuda hitam, namun pulang membawa kemenangan langka yang mengguncang puncak klasemen. Di bawah arahan pelatih interim Michael Carrick, MU menunjukkan potensi terbaiknya untuk kali kedua secara beruntun, sekaligus memaksa Arsenal berkaca pada realitas bahwa mereka belum sepenuhnya layak disebut calon juara.

Kepercayaan diri skuad “Setan Merah” sedang berada di titik tertinggi. Setelah menundukkan Manchester City pada pekan sebelumnya, MU kembali membuat kejutan dengan menaklukkan Arsenal yang berstatus pemuncak klasemen. Dalam laga dramatis yang digelar Senin (26/1/2026) WIB, MU menang 3-2 atas tuan rumah.

Kemenangan ini terbilang fenomenal. Arsenal sebelumnya tak pernah kalah di kandang sepanjang musim, belum tumbang dari MU di laga kandang liga sejak 2017, serta selalu mencatatkan clean sheet atau maksimal kebobolan dua gol dalam 121 pertandingan beruntun di semua kompetisi. Seluruh rekor impresif itu runtuh dalam satu malam di Emirates.

MU tampil tak terbendung. Meski sempat tertinggal di babak pertama dan kembali disamakan menjelang akhir laga, mereka tetap menemukan cara untuk keluar sebagai pemenang. Penyerang pengganti Matheus Cunha menjadi pahlawan lewat gol penentu pada menit ke-87, hanya tiga menit setelah gelandang Arsenal Mikel Merino mencetak gol penyama kedudukan.

Hasil ini bukan sekadar tiga poin bagi MU, tetapi juga penegasan bahwa era Carrick menghadirkan harapan baru. Sebaliknya, Arsenal harus menerima tamparan keras di kandang sendiri—sebuah peringatan bahwa perjalanan menuju gelar juara masih penuh tanda tanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miss World Cameroon Launches “Voices for Justice” Initiative to Tackle Gender-Based Violence

Project Lestari Laut Brings Education Closer to Orang Asli Children in Coastal Malaysia

Baru Resmi Cerai, Andre Taulany Mengaku Diminta Anak untuk Segera Menikah Lagi