9.880 Warga Aceh Tengah Masih Terisolasi 54 Hari Pascabencana
Sebanyak 9.880 warga di Aceh Tengah masih hidup dalam kondisi terisolasi, meski sudah 54 hari berlalu sejak bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Puluhan desa di daerah pedalaman belum sepenuhnya pulih karena kerusakan infrastruktur yang parah, membatasi mobilitas dan aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aceh Tengah per 17 Januari 2026, ribuan warga terdampak tersebar di lima kecamatan, yaitu Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. Kondisi akses jalan di wilayah tersebut beragam, mulai dari terbatas hingga sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan.
Situasi ini berdampak langsung pada distribusi logistik, layanan kesehatan, pendidikan, serta pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Kepala Diskominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menyampaikan bahwa keterisolasian sejumlah desa disebabkan oleh kerusakan infrastruktur yang cukup parah.
“Desa-desa terisolasi karena jembatan putus, badan jalan amblas, dan tertimbun longsor di banyak titik,” ujar Mustafa Kamal, Minggu (18/1/2026).
Meski kondisi masih sulit, upaya penanganan terus dilakukan. Mustafa menjelaskan, alat berat telah mulai diterjunkan ke beberapa lokasi terdampak untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali badan jalan yang tertutup.
Komentar
Posting Komentar