Potret Kampung Pojok Muara Baru: Kontrakan Rp450 Ribu Berdiri di Atas Laut, Warga Bertaruh Nyawa Demi Bertahan Hidup
Kondisi memprihatinkan sebuah pemukiman padat bernama Kampung Pojok di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Pemukiman ini berdiri persis di atas air laut, dengan deretan kontrakan semipermanen yang disewakan seharga Rp450.000 per bulan.
Meski tarif sewanya tergolong murah, kondisi bangunan jauh dari kata layak. Kontrakan berukuran sekitar 8 x 3 meter tersebut terbuat dari papan kayu, sebagian di antaranya sudah lapuk, busuk, dan keropos. Lantai rumah berupa papan hitam dengan celah lebar, hingga air laut di bawahnya dapat terlihat jelas dari dalam rumah. Fondasi bangunan pun hanya menggunakan bambu yang kian rapuh akibat terus-menerus tergerus air laut.
Salah satu warga, Ibu Wati, mengaku terpaksa tinggal di hunian tersebut bersama tiga cucunya yang masih kecil. Demi keselamatan, lantai rumah ditutupi karpet plastik agar anak-anak tidak terperosok ke celah papan. Namun risiko tetap mengintai setiap waktu. Saat angin kencang bertiup, dinding papan rumah langsung bergoyang dan menimbulkan kekhawatiran akan ambruk sewaktu-waktu.
Kondisi ini mencerminkan realitas keras kehidupan warga pesisir Jakarta. Bagi mereka, tinggal di hunian berisiko tinggi menjadi pilihan pahit demi tetap dekat dengan sumber mata pencaharian. Lebih dari sekadar soal hunian murah, Kampung Pojok menjadi gambaran perjuangan bertahan hidup di tengah keterbatasan dan ancaman keselamatan yang nyata.
Komentar
Posting Komentar