Lebih dari 137 Ribu Warga Terdampak Banjir di Jawa, Rel Kereta Api Dihentikan

Bencana banjir di wilayah Jawa Tengah kembali membawa dampak luas. Hingga Minggu (18/1/2026), air masih merendam sejumlah daerah, membuat perjalanan kereta api di Pulau Jawa terpaksa dihentikan dan ribuan warga harus mengungsi.

Data terbaru mencatat banjir merendam permukiman setidaknya 137.601 warga, mulai dari Cirebon di Jawa Barat hingga Demak di Jawa Tengah. Kudus menjadi daerah dengan korban terdampak terbanyak, mencapai 47.050 jiwa.

“Banjir tersebut membuat 47.050 jiwa dari 14.972 keluarga terdampak. Akibat bencana itu, sedikitnya 1.805 jiwa dari 678 keluarga yang rumahnya masih tergenang harus mengungsi,” ujar Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan.

Di Kudus, banjir melanda 38 desa di tujuh kecamatan, merusak 7.273 rumah, dan 5.890 rumah di antaranya masih terendam hingga Minggu.

Tak hanya genangan, bencana tanah longsor juga melanda daerah tersebut. Sebanyak 132 titik longsor terdeteksi di 14 desa pada tiga kecamatan, membuat 33 rumah terdampak dan 1.115 warga terimbas.

Sementara itu, Demak juga mengalami banjir di 11 desa di lima kecamatan. Sebanyak 3.815 unit rumah yang dihuni 14.789 jiwa dari 4.707 keluarga terdampak, meski tidak ada laporan pengungsian di wilayah itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miss World Cameroon Launches “Voices for Justice” Initiative to Tackle Gender-Based Violence

Project Lestari Laut Brings Education Closer to Orang Asli Children in Coastal Malaysia

Baru Resmi Cerai, Andre Taulany Mengaku Diminta Anak untuk Segera Menikah Lagi