Ribuan WNI Datangi KBRI Phnom Penh Minta Dipulangkan Usai Razia Besar-besaran Penipuan Daring di Kamboja

Sebanyak 2.117 warga negara Indonesia (WNI) tercatat telah mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja, untuk meminta bantuan pemulangan ke Tanah Air. Permohonan tersebut muncul di tengah operasi razia besar-besaran terhadap lokasi-lokasi penipuan daring yang tengah digencarkan pemerintah Kamboja.

Mengutip laporan Khmer Times, Sabtu (24/1/2026), otoritas Kamboja terus melakukan penggerebekan terhadap berbagai pusat operasi penipuan online. Warga negara asing yang diamankan dalam operasi tersebut selanjutnya dideportasi atau diserahkan kepada perwakilan negara masing-masing.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengatakan bahwa ribuan WNI tersebut mendatangi KBRI Phnom Penh dalam rentang waktu 16 hingga 23 Januari 2026. Ia menyebutkan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya operasi penegakan hukum di Kamboja.

“KBRI tengah berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Kamboja agar WNI dapat memperoleh percepatan penerbitan exit permit serta keringanan sanksi keimigrasian,” ujar Santo dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Saat ini, KBRI Phnom Penh sedang melakukan proses pendataan, penelaahan kasus, serta penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) secara bertahap bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan. Sementara itu, WNI yang masih memiliki paspor dan visa berlaku didorong untuk memfasilitasi kepulangan secara mandiri dengan membeli tiket pesawat sendiri.

Santo menambahkan, aparat penegak hukum Indonesia dan Kamboja masih akan mendalami status keterlibatan para WNI tersebut, termasuk memastikan apakah mereka terlibat dalam praktik penipuan secara sukarela atau berada di bawah tekanan maupun paksaan pihak tertentu.

“Kami juga terus memastikan latar belakang keterlibatan mereka agar penanganannya tepat dan sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miss World Cameroon Launches “Voices for Justice” Initiative to Tackle Gender-Based Violence

Project Lestari Laut Brings Education Closer to Orang Asli Children in Coastal Malaysia

Baru Resmi Cerai, Andre Taulany Mengaku Diminta Anak untuk Segera Menikah Lagi