Masuki Pekan Kedua, Demonstrasi Iran Lumpuhkan Teheran dan Korban Jiwa Terus Bertambah
Memasuki minggu kedua demonstrasi di Iran, masyarakat kian kesulitan memperoleh barang-barang kebutuhan dasar, sementara akses internet masih terputus di sejumlah wilayah. Di saat bersamaan, gelombang unjuk rasa terus memakan korban jiwa seiring tindakan keras aparat pemerintah untuk meredam aksi.
Jurnalis AFP di Teheran melaporkan pada Minggu (11/1/2026), ibu kota Iran nyaris lumpuh akibat meluasnya demonstrasi. Aksi unjuk rasa awalnya dipicu kemarahan publik terhadap melonjaknya biaya hidup menyusul runtuhnya nilai mata uang rial Iran, yang diperdagangkan lebih dari 1,4 juta per dolar Amerika Serikat.
Seiring waktu, protes semakin intens dan berkembang menjadi seruan menentang sistem teokrasi yang telah berlaku sejak Revolusi Iran 1979. Gelombang demonstrasi ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang kini berusia 86 tahun.
Situasi semakin kompleks mengingat Iran sebelumnya menghadapi konflik bersenjata selama 12 hari dengan Israel yang didukung Amerika Serikat pada Juni 2025. Demonstrasi yang dimulai sejak 28 Desember 2025 itu kini telah berlangsung selama dua pekan dan menggelora hampir di seluruh wilayah Iran.
Komentar
Posting Komentar