Keracunan Massal MBG di SMA 2 Kudus, 545 Siswa dan Guru Terdampak, Distribusi Dihentikan Sementara
Tragedi keracunan massal menimpa ratusan siswa dan guru SMA Negeri 2 Kudus setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (29/1/2026). Insiden ini diduga berkaitan dengan makanan yang disuplai oleh SPPG Purwosari, penyedia MBG yang baru beroperasi sejak Januari 2026.
Sebelumnya, SMA 2 Kudus diketahui telah lama bekerja sama dengan SPPG Yayasan Srikandi Glantengan tanpa pernah mengalami persoalan kualitas makanan. Namun, sejak Desember 2025, kerja sama dialihkan ke SPPG Purwosari. Perpindahan ini diduga terjadi akibat adanya tekanan dari pihak tertentu, termasuk oknum anggota DPRD, meski pihak sekolah sempat meragukan kesiapan SPPG baru tersebut.
Pasca kejadian, Bupati Kudus Samani Intakoris langsung menghentikan sementara distribusi MBG ke SMA 2 Kudus dan memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG di wilayah Kudus. Evaluasi difokuskan pada aspek higienitas, waktu memasak, serta ketepatan distribusi guna mencegah kejadian serupa terulang.
Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan seluruh biaya pemeriksaan dan perawatan korban ditanggung penuh melalui BPJS Kesehatan. Selain itu, pembinaan terhadap pengelola SPPG akan dilakukan bersama Kodim Kudus.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sebanyak 521 siswa dan 24 guru terdampak keracunan. Dari jumlah tersebut, 34 siswa harus menjalani rawat inap di enam rumah sakit. Mayoritas korban mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi menu soto ayam suwir, tempe, dan tauge yang disediakan SPPG Purwosari.
Pihak sekolah telah meminta klarifikasi atas kejadian ini. Sementara itu, Kepala SPPG Purwosari menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab penuh serta melakukan evaluasi internal.
Komentar
Posting Komentar