Véronique Nichanian Pamit dari Hermès Setelah 37 Tahun, Tutup Era Lewat Koleksi Fall 2026 di Paris Fashion Week
Paris Fashion Week pada Sabtu (24/1) menjadi momen penuh emosi bagi rumah mode Hermès. Véronique Nichanian resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur kreatif menswear Hermès setelah mengabdi selama 37 tahun. Koleksi Fall 2026 yang dipresentasikan di Palais Brongniart, Paris, pun menjadi karya terakhirnya untuk label mewah asal Prancis tersebut.
Véronique mencatat sejarah sebagai direktur kreatif terlama di sebuah rumah mode besar, bahkan melampaui masa jabatan Karl Lagerfeld di Chanel yang berlangsung selama 36 tahun. Perannya dianggap sangat signifikan, terutama karena Hermès dikenal konsisten menjauhi sorotan selebritas dan tren instan yang kerap mendominasi industri mode.
Di bawah arahan Véronique, menswear Hermès berkembang dengan pendekatan yang perlahan namun presisi. Ia membangun bahasa desain yang fungsional, abadi, dan berfokus pada kualitas material, menciptakan busana yang dirancang untuk dikenakan dalam jangka panjang, bukan sekadar tampil sesaat di panggung peragaan.
Koleksi penutup Véronique tetap setia pada DNA Hermès. Palet warna navy, hitam, dan taupe mendominasi, diperkaya sentuhan kemewahan lewat turtleneck gelap, setelan bergaya pekerja, hingga mantel berlapis shearling. Ia juga menoleh ke arsip lama Hermès dengan menghadirkan kembali desain dari tahun 1991 dan 2003, menciptakan dialog elegan antara masa lalu dan masa kini.
Usai kepergian Véronique Nichanian, tongkat estafet kreatif Hermès akan dilanjutkan oleh Grace Wales Bonner. Desainer muda asal Inggris ini akan mencatat sejarah sebagai perempuan kulit hitam pertama yang memimpin rumah mode besar tersebut. Debut koleksi menswear Grace Wales Bonner untuk Hermès dijadwalkan hadir pada Januari tahun depan.
Komentar
Posting Komentar