Danantara Indonesia Diproyeksikan Jadi Pemegang Saham BEI Usai Demutualisasi 2026

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi bursa rampung pada kuartal I/2026. Langkah ini dinilai sejalan dengan praktik umum yang telah diterapkan di berbagai negara.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa demutualisasi bursa merupakan mekanisme yang lazim di pasar modal global. Dalam skema tersebut, sovereign wealth fund (SWF) kerap berperan sebagai pemegang saham bursa.

“Demutualisasi ini sebenarnya contoh yang sangat sederhana karena sudah diterapkan di banyak negara. Misalnya Hong Kong Stock Exchange, Singapore Exchange, Bursa Malaysia, hingga India Stock Exchange sudah melakukannya,” ujar Pandu saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/2/2026).

Pandu menegaskan, apabila Danantara resmi menjadi pemegang saham BEI, pihaknya memastikan tidak akan terjadi konflik kepentingan dalam pelaksanaannya. Menurutnya, tata kelola dan transparansi akan tetap dijaga sesuai dengan prinsip good corporate governance.

Masuknya Danantara ke dalam struktur kepemilikan BEI diharapkan dapat memperkuat peran institusional investor negara dalam mendukung pengembangan pasar modal nasional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miss World Cameroon Launches “Voices for Justice” Initiative to Tackle Gender-Based Violence

Project Lestari Laut Brings Education Closer to Orang Asli Children in Coastal Malaysia

Baru Resmi Cerai, Andre Taulany Mengaku Diminta Anak untuk Segera Menikah Lagi