KPI–Polytama Perbarui Kerja Sama Propylene 2026–2030, Dukung Hilirisasi dan Ketahanan Energi

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) bersama PT Polytama Propindo memperkuat sinergi hulu–hilir industri petrokimia melalui pembaruan Kontrak Jual Beli Produk Propylene untuk periode 2026–2030. Kerja sama strategis ini menjadi langkah konkret dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan energi, percepatan hilirisasi industri, serta pembangunan ekonomi hijau.

Kolaborasi KPI dan Polytama diharapkan mampu menekan ketergantungan impor Polypropylene (PP) yang saat ini masih berada di kisaran 1–1,5 juta ton per tahun. Melalui optimalisasi pasokan dalam negeri, kerja sama ini berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp17,5 triliun per tahun.
Direktur Optimasi Feedstock & Produk KPI, Erwin Suryadi, menegaskan bahwa jaminan pasokan propylene dari sisi hulu akan memberikan kepastian suplai yang efisien bagi Polytama sebagai industri hilir. 

Menurutnya, kepastian tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Selain aspek bisnis, KPI dan Polytama juga menunjukkan komitmen kuat terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pengembangan energi hijau. Hal ini tercermin dari capaian PROPER EMAS dan upaya pengembangan produk yang lebih ramah lingkungan.

Kerja sama ini diyakini akan memberikan dampak berantai bagi perekonomian nasional, mulai dari penguatan industri manufaktur, penciptaan lapangan kerja, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miss World Cameroon Launches “Voices for Justice” Initiative to Tackle Gender-Based Violence

Project Lestari Laut Brings Education Closer to Orang Asli Children in Coastal Malaysia

Baru Resmi Cerai, Andre Taulany Mengaku Diminta Anak untuk Segera Menikah Lagi