Kerusakan Listrik di Aceh Lebih Parah dari Tsunami 2004, PLN Fokus Pemulihan
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa kerusakan sistem kelistrikan akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir tahun ini lebih parah dibandingkan bencana tsunami 2004.
Skala gangguan tercatat mencapai ratusan titik, menyebar di berbagai kabupaten dan desa, sehingga menimbulkan tantangan besar bagi pemulihan listrik di wilayah terdampak.
Menurut Darmawan, kecepatan pemulihan sangat bergantung pada akses ke lokasi terdampak.
“Jika akses evakuasi material terbuka dan mudah dijangkau, pemulihan listrik dapat dilakukan lebih cepat. Namun untuk daerah yang masih terisolasi akibat longsor atau banjir, proses pemulihan tentu akan lebih lambat,” jelasnya.
Hingga kini, PLN mencatat dari 23 kabupaten di Aceh, sebanyak 15 daerah telah pulih 100 persen. Artinya, listrik di desa-desa dan permukiman penduduk di wilayah tersebut sudah kembali menyala normal. Sementara delapan kabupaten lainnya masih dalam proses pemulihan karena berbagai kendala, termasuk akses jalan yang tertutup material longsor dan kondisi cuaca yang belum stabil.
PLN terus mengerahkan tim teknis dan peralatan untuk mempercepat proses pemulihan, termasuk mendirikan posko darurat, menyalurkan genset ke daerah kritis, dan melakukan pemantauan sistem secara real-time.
Darmawan menekankan bahwa keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap proses pemulihan, terutama di lokasi yang masih rawan longsor atau banjir susulan.
Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari PLN dan pemerintah setempat terkait jadwal pemulihan listrik, serta tetap menjaga keselamatan diri.
PLN juga menghimbau warga yang berada di daerah terdampak untuk melaporkan gangguan atau kerusakan melalui layanan resmi PLN agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Komentar
Posting Komentar