Bangga! Sistem Agroforestri Salak Bali Diakui Sebagai Sistem Warisan Pertanian Penting Global oleh FAO
Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Pada Kamis (19/9), sistem agroforestri Salak Bali resmi diakui sebagai Sistem Warisan Pertanian Penting Global (Globally Important Agricultural Heritage Systems/GIAHS) oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Penghargaan ini menjadikan Indonesia salah satu dari tiga negara yang menerima pengakuan bergengsi, bersama dengan Austria dan Sao Tome and Principe.
Sistem agroforestri Salak Bali memadukan berbagai jenis tanaman seperti salak, mangga, pisang, dan tanaman obat-obatan, memanfaatkan sistem pengairan tradisional Subak yang telah lama dikenal. Terletak di Karangasem, Bali, salah satu daerah terkering di wilayah tersebut, budidaya ini tetap berhasil menghasilkan buah salak dengan efisiensi yang tinggi.
Sistem pertanian ini telah dibudidayakan sejak abad ke-14 dan terkenal dengan pendekatan ramah lingkungan, di mana setiap bagian dari pohon salak dimanfaatkan sehingga disebut sebagai tanaman tanpa limbah. Selain itu, penggunaan sistem Subak dalam proses budidaya menjadikan pengelolaan air di wilayah ini sangat efisien dan lestari.
Pengakuan dari FAO ini menempatkan sistem agroforestri Salak Bali ke dalam kategori Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS), memperkuat statusnya sebagai warisan pertanian penting yang mencerminkan nilai-nilai pelestarian budaya, ekologi, serta keberlanjutan lingkungan. Dengan pengakuan ini, Indonesia semakin menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara tradisi, alam, dan teknologi modern dalam praktik pertanian berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar