CEO Telegram Pavel Durov Ditangkap di Paris Terkait Kurangnya Kontrol di Aplikasinya

CEO Telegram, Pavel Durov, ditangkap di Bandara Le Bourget, Paris pada Sabtu malam (24/8) sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Menurut laporan dari The Guardian, Durov yang sedang dalam perjalanan dari Azerbaijan dengan jet pribadinya, telah menjadi target surat perintah penangkapan di Prancis.

Penangkapan ini terkait dengan penyelidikan polisi yang menyoroti kurangnya kontrol di aplikasi Telegram, yang dinilai memungkinkan terjadinya aktivitas kriminal. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Telegram maupun otoritas Prancis mengenai penangkapan ini.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Telegram telah menjadi platform utama untuk menyebarkan konten vulgar dan menyesatkan terkait konflik tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miss World Cameroon Launches “Voices for Justice” Initiative to Tackle Gender-Based Violence

Project Lestari Laut Brings Education Closer to Orang Asli Children in Coastal Malaysia

Baru Resmi Cerai, Andre Taulany Mengaku Diminta Anak untuk Segera Menikah Lagi